BLOG

BLOG

Euro Dapat Rebound Setelah Data Jerman Membaik

[fa icon="calendar"] April 22, 2019 at 3:16 PM / by Fullerton Markets

Prospek Zona Euro mungkin tidak pesimis seperti yang ditunjukkan oleh sentimen saat ini, Beli EUR/USD?

Eropa dapat menetapkan arah untuk dolar minggu ini

Setelah beberapa bulan yang mengejutkan, terlihat ada bukti baru untuk stabilisasi dalam perekonomian Jerman. PMI yang menjadi berita utama naik sedikit pada bulan April, yang mengindikasikan kemungkinan adanya ekspansi ekonomi di Q2. Di bawah permukaan, penurunan dalam neraca pesanan ekspor manufaktur berakhir. Jika pabrikan bisa lepas dari pukulan permintaan yang berkelanjutan, ekonomi terilhat akan kembali ke jalur pemulihan.

PMI sebagai berita utama pada bulan April naik sedikit menjadi 52,1 dari 51,4 di bulan Maret. Seandainya keseimbangan komposit tetap pada tingkat itu sampai Q2, maka akan konsisten dengan pertumbuhan PDB sekitar 0,1% yang sedikit di bawah perkiraan kami untuk ekspansi 0,2%. PMI manufaktur naik menjadi 44,5 dari 44,1, kenaikan pertama sejak pertengahan 2018. Neraca pesanan ekspor manufaktur secara luas stabil di bulan April menyusul penurunan hampir 8% sejak awal tahun. Tidak adanya rebound masih merupakan tanda yang meresahkan, tetapi kami tidak berharap penurunan besar dalam data pesanan pabrik Februari akan terulang. Kelemahan tiba-tiba dari pesanan ekspor adalah perkiraan ancaman risiko terbaru akan diturunkan untuk ekonomi Jerman.

Di sisi Inggris, sentimen investor pada pound juga membaik setelah penundaan Brexit, meskipun kembalinya anggota parlemen minggu ini dapat mengganggu ketenangan. Volatilitas dalam mata uang telah jatuh ke level terendah dalam beberapa tahun dan pasar opsi memberi sinyal akan ada lebih sedikit taruhan terhadap sterling setelah Perdana Menteri Theresa May memperoleh penundaan selama enam bulan dari Uni Eropa untuk mencoba menyetujui jalan ke depan. Parlemen dan pasar Inggris akan kembali pada hari Selasa setelah libur Paskah, dengan investor cenderung tetap berhati-hati sampai kesepakatan pemisahan disepakati.

Pound telah menjadi salah satu mata uang Kelompok-10 dengan kinerja terburuk terhadap dolar dan euro selama sebulan terakhir. Namun, tetap menjadi pemenang terbesar di 2019 setelah awal yang kuat tahun ini pada harapan kesepakatan Brexit. Pembicaraan May dengan oposisi Partai Buruh berlanjut saat dia mencoba untuk mendapatkan persetujuan untuk persyaratan pemisahan dari Dewan Perwakilan yang terpecah.

Pembalikan risiko, ukuran sentimen dan penentuan posisi dalam opsi, telah melihat penurunan tajam dalam pound dalam beberapa pekan terakhir untuk menandakan suasana pasar yang lebih seimbang. Ukuran tiga bulan telah melonjak ke sentimen pound paling bearish sejak Juli lalu, dengan langkah ini terutama karena potensi jual telah terhapuskan. Dari sini, sterling perlu berdiri pada kemampuannya sendiri bagi mereka yang ingin mengambil posisi beli. 

Pasca Pilpres Rupiah terlihat sedikit menguat

Hasil Pilpres memang masih belum jelas karena masih menunggu pengumuman dari KPU yang direncanakan pada tanggal 22 Mei 2019, akan tetapi melihat hasil dari beberapa Lembaga survey yang mulai terlihat hasilnya maka ada kemungkinan akan ada perlanjutan di bidang Ekonomi. Sehingga pasar melihat ada potensi penguatan dari Rupiah meskipun dalam minggu ini ada kemungkinan Dolar Amerika akan sedikit begerak flat.

Prediksi kami, IDR dalam minggu ini akan bergerak flat namun menguat menuju area Rp. 13.990-14.030 / USD

Sumber: Bloomberg

 

Pilihan Kami

EUR/USD: Pasangan ini dapat naik menuju 1,1285 karena rebound secara teknikal.

 

Hang Seng Index: Pasangan ini dapat naik menuju 30145 karena pasar bullish di saham Shanghai akan terus mendukung saham HK.

 

AUD/USD: Pasangan ini dapat naik menuju 0,7230 karena sentimen risiko global tetap baik.

 

XAU/USD: Pasangan ini mungkin naik menuju 1290 minggu ini.

 

New call-to-action

 

Tim Riset Fullerton Markets

Rekan Trading Anda Yang Setia


Topics: Weekly Market Research, 2019


Fullerton Markets